KEMBALI KE TITIK NOL

Jumat, 09 November 2018



                Kok Judul Postingan nya kaya Judul Bukunya Saptuari Sugiharto??..Anda benar alias gak salah,tadi pagi ada waktu senggang dirumah,dan iseng-iseng buka Youtube.
Berhubung hati dan pikiran lagi rada-rada gak enak,banyak hal yang harus dipikirkan dan dikerjakan,sementara beberapa masalah menuntut penyelesaian.
Rasanya hampir menjadi sifat dasar manusia,ketika merasa jalan kehidupan seakan buntu,baru teringat lagi pada Allah ..dan itulah yang terjadi pada saya saat ini.
Merasa sudah menjalankan perintah Allah,Sholat,Puasa,Sedekah dan lain-lain,tapi kenapa hidup belum juga ada perubahan,walaupun tetap harus disyukuri karena Allah tetap yang sayang kepada kita dengan memberi Rejeki,meskipun jalan hidup yang kita tempuh masih jauh dari apa yang diinginkan Allah Swt.

          Buka kajian dan ceramah-ceramah di Youtube,ada Ustad Abdul Somad,Ustad Yusuf Mansyur,Said Basalamah,Cak Nun dan lain lain.dan yang paling menyentuh hati dan juga sangat-sangat semakin mendorong hati dan membulatkan tekad untuk mengubah diri adalah apa yang disampaikan oleh Saptuari Sugiharto,seorang Enterpreneur,yang mengkhususkan diri untuk memotivasi orang agar bebas dari Riba...karena selama ini kita sebagian besar Muslim kurang begitu paham apa itu riba? Riba yang sering kita dengar kalau hanya urusan nya dengan Rentenir saja,yang memberi pinjaman dengan bunga mencekik leher,kepada orang-orang yang sedang kesulitan,yang pada akhirnya bukan menyelesaikan masalah ,tapi malah membuat masalah semakin berat.
Ternyata Riba di Indonesia ini ada dimana-mana dan begitu mudahnya dilakukan dan didapat,padahal resiko dan dosa yang harus kita tanggung sedemikian besarnya.
Bulu kuduk sampai merinding ketika mengetahui betapa Dosa Riba itu sangat besar .
“Satu dirham uang riba yang dimakan oleh seseorang dalam keadaan mengetahui bahwa itu adalah uang riba dosanya lebih besar dari pada berzina sebanyak 36 kali.” (HR. Ahmad dari Abdulloh bin Hanzholah dan dinilai shahih oleh Al Albani dalam Shahih al Jami’, no. 3375)” [Nida-atur Rahman li Ahli Iman hal 41]


Baca selengkapnya https://muslim.or.id/574-riba-jahiliah.html

“Wahai orang-orang yang beriman! Bertaqwalah kepada Allah dan tinggalkan sisa-sisa riba (yang belum dipungut) jika kamu orang beriman. Jika kamu tidak melaksanakannya, maka umumkanlah PERANG dari ALLAH dan RASUL-NYA…”(QS.Al-Baqarah:278-279)

“Riba itu mempunyai 73 pintu, yang paling ringan adalah seperti seorang laki-laki yang menzinai ibunya. Dan riba yang paling besar adalah merusak kehormatan seorang muslim.” (HR. Ibnu Majah, al-Hakim)

“Satu dirham hasil riba yang dimakan oleh seseorang sedangkan ia mengetahuinya, itu lebih berat (dosanya) daripada 36 kali berzina.” (HR. Ahmad, ath-Thabrani)

“Rasulullah Saw melaknat orang yang memakan riba, orang yang memberi makan riba (yakni: orang yang meminjam/utang dengan sistem riba), pencatat (transaksi) riba, dan saksi atas transaksi tersebut. Dan beliau bersabda, ‘Dosa mereka adalah sama.’” (HR. Muslim)

Subhanallah,mungkin selama ini kita menganggap Riba masalah yang sepele,apapun yang kita butuhkan dijaman sekarang begitu mudah nya didapat dengan jalan Riba,pengin punya motor baru,punya uang 1.000.000 bisa langsung dapat motor,meskipun tiap bulan harus banting tulang untuk membayar cicilan,pengin punya mobil punya uang 15,000.000 sudah bisa membawa pulang mobil kerumah,walaupun setelah itu pikiran kita jadi tidak pernah tenang karena harus membayar  cicilan tiap bulan,dengan resiko mobil dicabut Leasing kalau tidak membayar angsuran.

               Apa yang disampaikan Saptuari Sugiharto mengenai pengalaman pribadi nya,untuk kembali ketitik Nol,setelah beberapa usahanya gulung tikar,lalu kemudian beliau Hijrah dan membangun usaha nya kembali dengan cara bebas riba,telah menginspirasi banyak orang untuk mengikuti jalan Hijrah beliau,beberapa buku telah ditulis Beliau dan menjadi panduan orang-orang yang ingin mengikuti jejaknya untuk Hijrah.
Semoga saja saya dan kita semua bisa untuk ber Hijrah,meninggalkan dosa-dosa yang kelihatannya sepele tapi ternyata adalah dosa yang luar biasa besar dan tanpa kita sadari dosa-dosa seperti itulah yang menutup jalan Rejeki kita,karena dari begitu banyak kisah -kisah orang yang ber Hijrah pada akhirnya menemukan kebahagiaan,hidup yang tenang dan barokah,juga rejeki yang melimpah.
             
           Marilah kita semua mantapkan hati untuk Hijrah dari dosa Riba,Maksiat dan dosa-dosa yang lain,agar kita selamat di dunia dan Akherat.

Denpasar 10 Nopember 2018
“Satu dirham uang riba yang dimakan oleh seseorang dalam keadaan mengetahui bahwa itu adalah uang riba dosanya lebih besar dari pada berzina sebanyak 36 kali.” (HR. Ahmad dari Abdulloh bin Hanzholah dan dinilai shahih oleh Al Albani dalam Shahih al Jami’, no. 3375)” [Nida-atur Rahman li Ahli Iman hal 41]


Baca selengkapnya https://muslim.or.id/574-riba-jahiliah.html

PUJA MANDALA NUSA DUA-BALI

Selasa, 06 November 2018






Alhamdulillah hari ini Instalasi 8 titik Kamera  CCTV di Gereja Kristen Protestan di Bali bisa selesai tepat waktu.
Bersyukur dapat rejeki disini,walaupun berbeda keyakinan dalam agama,tapi Allah memberikan rejeki dari mana saja asalnya,dan itu sangat amat sangat saya yakini.
Jamaah di Gereja ini banyak dari kalangan pengusaha dan barangkali juga ada yang berprofesi sama dengan ku,usaha dibidang Elektronik,tapi ternyata saya yang terpilih untuk memasang CCTV di Gereja ini,sejak tahap pertama 2 tahun yang lalu dan sekarang sudah 2 kali pula penambahan Kamera CCTV,tetap saya yang dipercaya untuk memasangnya.
Rejeki dari Allah memang tidak pernah tertukar


Gereja Kristen Protestan di Bali ini terletak di kawasan wisata Nusa Dua tepatnya di Kawasan Puja Mandala,

Puja Mandala Nusa Dua, 5 Tempat Ibadah di Satu Tempat Wujud Toleransi Beragama di Bali

 Bagi anda yang sedang berlibur di Bali khususnya di kawasan Nusa Dua, anda dapat menyempatkan diri anda mampir ke Puja Mandala untuk beribadah. Lokasi Puja Mandala ini berdekatan dengan beberapa objek wisata lainnya yang ada di Nusa Dua, seperti Garuda Wisnu Kencana, Pura Sad Khayangan Jagad Uluwatu serta beberapa hotel.

Apabila dari Bandara Ngurah Rai ke arah Nusa Dua maka akan berjarak kurang lebih 12 Km. jika dari BTDC Nusa Dua menuju Puja Mandala, maka anda akan menempuh perjalanan sekitar 10 menit dengan menggunakan kendaraan bermotor. Dan bagi anda yang berada di sekitar Tanjung Benoa dapat menempuh waktu kurang lebih 15 menit untuk dapat sampai di Puja Mandala.
Pastinya Puja Mandala Nusa Dua ini wajib anda masukkan ke dalam daftar tempat wisata yang akan anda datangi ketika hendak berlibur di Bali.


Puja Mandala pada saat hari-hari suci atau hari raya akan ramai dikunjungi. Seperti jika pada hari jumat, maka akan ada banyak umat muslim beribadah shalat jumat. Hari minggu banyak umat Kristen datang. Serta umat Hindu maupun umat Budha dan Katolik akan memenuhi area Puja Mandiri untuk melakukan peribadahannya masing-masing. Area Puja Mandala serta area parkirnya yang luas dapat menampung banyak kendaraan dan warga yang berkunjung.
                                       ( Bubar Jum'atan di Masjid Ibnu Batutah Puja Mandala)


Sikap saling toleransi dan menjaga kerukunan ini menjadikan pemandangan indah tersendiri. Puja Mandala memiliki pesona tersendiri. Meskipun didirikan dengan tujuan untuk tempat beribadah, Puja Mandala juga sering dijadikan salah satu destinasi wisata.

Ayo sahabat-sahabatku yang mau berkunjung ke Bali,silahkan mampir kesini,bagi yang Muslim masjid Agung Ibnu Batutah sangat nyaman sekali untuk Sholat disini,Masjid nya Indah dan bersih.

Denpasar Dini hari 7 Nopember 2018

Miris

Senin, 05 November 2018

Beberapa hari terakhir ini aku tidak begitu sering Update Status di Facebook atau di Media Sosial yang lain,bahkan di Grup grup Wa yang memenuhi HP ku dan setiap saat berdering nada notifikasi grup,tak juga menarik minatku saat ini untuk ikut obrolan seperti biasanya.
Ada yang nanyain kenapa jarang muncul,sehatkah dan lain-lain? tapi lebih banyak yang gak peduli...he he he  ( emang siapa Lu...he..he )

Tapi baiklah untuk Sahabat-sahabatku,teman-teman dan juga saudara-saudara ku semua yang peduli sama aku,
saat ini aku dalam keadaan sehat dan tetap beraktifitas seperti biasanya.
Aku tetap bekerja keras dan selalu berusaha agar bisa meningkatkan taraf hidupku menjadi mapan dan bisa menafkahi keluarga dengan layak,meskipun dalam segala hal kondisi ekonomi kita Bangsa Indonesia sedang tidak menentu.
Tidak menentu itu ukuran kita Masyarakat kecil,yang tidak bisa menentukan kebijaksanaan sendiri,karena sebagai rakyat kita harus nurut dengan apa yang sudah di putuskan sama pemerintah.
Listrik mahal,kita harus tetap bayar,gak mungkin kan kita berhenti pakai Listrik  ( Gimana dong mau nge charge Hp...he he he)
Beras mahal kita tetap harus beli karena perut kita orang Indonesia gak merasa kenyang kalau belum makan nasi...Daging mahal gak mungkin kita suruh anak anak kita berburu siput di sawah untuk kita makan...

Tapi sebagai manusia yang berdaulat terhadap diri sendiri,kita tetap wajib berusaha memenuhi hajat kita, tetap berusaha dan berjuang agar perut kita dan anak istri kita tetap terisi dengan nasi dan lauk pauk yang syukur-syukur bergizi..biarlah diluar sana ada hiruk pikuk orang-orang yang berlomba untuk mengejar jabatan menjadi orang nomer 1 (Satu) di Negri ini.
Sungguh negri kita Indonesia yang damai,tentram dan kaya raya saat ini tengah menjadi ajang sandiwara politik yang kadang-kadang sangat lucu bahkan melebihi Stand Up Komedi bahkan melebihi lucunya Grup Lawak Legendaris Warkop.

Bayangin aja ada salah satu kandidat Calon Presiden yang selama ini diragukan ke Islaman nya,hanya demi untuk menjawab Fitnah tidak dekat dengan Ulama,anti Islam dan lain-lain,lalu tega menunjuk dan memilih seorang  Ulama,Seorang Rais Aam untuk menjadi wakil nya.
Dalam kaca mata saya sebagai Umat Islam rasanya gak pantas Beliau menjadi wakil dari seseorang yang secara Ilmu agama jauh dibawah beliau,secara Usia juga demikian..lihatlah yang terjadi sekarang,Beliau yang sudah sepuh harus memaksakan diri kesana kemari untuk minta Restu dan dukungan.
Dipaksa untuk ikut bicara Politik yang barangkali sering bertentangan dengan Syariat Agama,bahkan sempat muncul kesombongan dengan mempertanyakan kadar ke Ulamaan, Ulama-Ulama yang mendukung Capres lain..
Dibingkai dengan gaya bahasa apapun tetap saja Jabatan Wapres ini sangat menarik bagi beliau hingga harus rela untuk berseberangan dengan Tokoh-Tokoh NU yang lebih menghendaki Beliau tidak terjun kedunia Politik..agar beliau tetap Istiqomah menjadi Ulama .

Ada satu hal yang menurutku sangat lucu,bukan karena saya juga penggemar Tempe,karena tiap hari saya hampir gak pernah makan tanpa Tempe.
Ketika ada Seorang Cawapres dari Oposisi mengatakan Tempe kita dipasar-pasar sekarang menjadi Tipis dan ukurannya semakin mengecil,karena harga kedelai yang mahal dan harus di Import,maka dengan segera Sang Petahana Subuh subuh datang ke Pasar untuk mengecek Tempe apakah benar ukuranya jadi Tipis dan kecil....ha ha ha..kali ini saya gak sekedar tersenyum tapi tertawa terbahak bahak...( hidup Tempe ???) rupanya Tempe lebih penting untuk diurus ketimbang mengurusi Guru-guru Honorer yang menagih janji untuk diangkat menjadi ASN.
Para Pahlawan Tanpa Tanda Jasa ini yang dengan susah payah datang ke Jakarta,tidur beratap langit di Depan Istana harus rela menahan rasa kecewa karena tidak bisa ketemu dengan orang yang dianggap bisa merubah nasibnya dari Honorer menjadi Guru ASN.

Banyak hal sebenarnya yang ingin aku tulis,ada kemarahan,ada sakit hati dan juga perasaan-perasaan yang lain melihat Negri ini menjadi ajang main-main segelintir orang yang merasa memiliki negri ini lebih dari rakyat kebanyakan,anehnya banyak orang yang mendukung membabi buta,karena Partainya,karena Ideologinya,atau entah karena apalagi.
Harusnya dalam keadaan seperti apapun tetaplah berpikir bahwa kita punya Anak Cucu yang kelak akan mewarisi Negri ini,apa jadinya jika Negri ini hancur karena Napsu dan ke Egoisan kita,maka kelak betapa akan menderitanya Anak dan Cucu kita.

Politik juga jangan berdiri lebih tegak ketimbang agama,Jabatan di dunia ini hanya sementara dan kelak akan dimintai tanggung jawab Oleh Allah Swt sementara agama adalah jalan kita menuju kebahagiaan yang Hakiki baik di Dunia maupun di Akherat kelak.
Bagi saya Agama jauh lebih penting,apalagi sebagai Umat Islam, kita jangan mau terpecah belah hanya karena ada yang sangat menginginkan menjadi Presiden.
Jika ada yang berpikiran sebaliknya silahkan saja,tapi bagi Saudara-saudaraku,Sahabatku semua,medan kita berjuang masih sangat luas terbentang,berjuang untuk hidup lebih baik,berjuang untuk menolong Saudara-saudara kita yang tertimpa musibah dan berjuang untuk mempersiapkan Anak dan Cucu kita untuk mewarisi Negri ini kelak,dalam kondisi apapun..
Tetaplah Optimis dan terus berusaha disertai dengan Doa,agar negri ini kelak menjadi Negri yang Adil dan Makmur,Gemah Ripah Loh Jinawi

Denpasar 5 Oktober 2018




KISAH WANITA PEDAGANG SAYUR YANG GEMAR BER QURBAN

Kamis, 22 Maret 2018

Namanya Mbok Merri,saat ini beliau sudah meninggal dunia ( Semoga Allah menerima Amal ibadahnya dan mengampuni semua dosanya),saya tahu beliau dari waktu saya masih kecil,karena mbok Merri tinggal tidak jauh dari rumah saya,
pekerjaan tetapnya adalah dagang sayur dipasar desa Wanadadi kabupaten Banjarnegara-Jawa Tengah,bukan pedagang besar,tapi dagang kecil-kecilan,
Tiap  hari beliau berangkat kepasar hanya membawa keranjang dan tampah kosong ke pasar.pagi-pagi sekali beliau berangkat setelah sholat subuh,kemudian menunggu ada petani dari kampung sebelah yang menjual macam-macam sayuran,beliau membelinya,seperti kelapa,singkong,sayur-sayuran dll.
Setelah membeli barang-barang dagangan tersebut dari petani dalam jumlah yang tidak seberapa,kemudian barang dagangan tersebut ditaruh diatas keranjang dan tampah yang dibawanya dari rumah,kemudian dijual dipasar itu juga dengan ditunggui sampai pasar tutup.

Dengan hanya berjualan seperti itu,dengan hasil yang tidak seberapa,beliau dengan dengan disiplin selalu menyisihkan sebagian keuntungan dari hasil jualannya untuk ditabung,yang ketika nanti saat hari Raya Idhul Adha beliau belikan kambing untuk Qurban,hebatnya setiap tahun beliau tidak pernah absen,dan selalu kambingnya paling besar dari yang lain,bahkan tidak kalah dari kambing-kambing Qurban yang diQurbankan orang-orang kaya di desa kami.

Banyak orang yang kagum dengan beliau tapi banyak juga yang kasihan karena beliau sendiri hidup dalam kondisi yang serba kekurangan,rumahnya rumah gubug dan berdinding gedek (anyaman bambu),genteng yang bocor dan lantai dari tanah,tapi dalam kehidupan sehari-hari beliau benar-benar orang yang sangat iklas menjalani kehidupan,membantu tetangga yang membutuhkan tenaganya adalah kesenangan buat beliau,beliau juga terkenal pintar menanak nasi dalam jumlah banyak,ketika ada tetangga yang punya hajat menikahkan atau menghitankan anaknya ,
Saat aku Khitan dulu juga yang sibuk di Dapur adalah beliau.tanpa rasa capek dan dengan senda guraunya yang khas belia membuat berbakul-bakul nasi untuk disuguhkan ke Tamu yang datang Kundangan.

Banyak tokoh agama didesa kami yang menemui beliau dan memberi tahu bahwa beliau tidak punya kewajiban ber Qurban,dan menyarankan lebih baik uang yang untuk Qurban dipakai untuk membetulkan rumahnya saja,tapi beliau lebih suka menjawab bahwa rumah di dunia ini tidak ada artinya,beliau lebih suka menyiapkan untuk membangun rumah di Surga kelak,saat ini mudah-mudahan beliau sudah menikmati rumah yang indah di alam sana.

Satu contoh sempurna  tentang keiklasan dan keyakinan dalam ber Qurban,karena tidak semua orang memandang Qurban sebagai sesuatu yang penting,bahkan banyak orang yang hidupnya berkecukupan tapi masih sayang ketika harus ber Qurban,kalaupun ber Qurban hanya dengan kambing yang apa adanya yang sekedar memenuhi syarat Qurban.tidak seperti Mbok Meri yang selalu ber Qurban dengan kambing terbaik,meskipun harus menabung uang selama 1 tahun,semoga beliau bahagia disisi Allah SWT

IBUKU PURWATI

Entah kenapa akhir-akhir ini aku begitu sering teringat Almarhum Ibuku,padahal sampai hari ini sudah Lebih dari
saat itu aku baru tamat SMP,dan adik-adikku masih kecil-kecil semua,bahkan adikku yang bungsu Dewi baru berumur 3 tahun saat ibukku meninggal.

Dini hari 1 hari menjelang Lebaran Tahun 1983,Ibuku menyerah melawan penyakitnya,penyakit Liver dan gagal ginjal membuat ibuku harus menghadap Allah ketika umat Muslim sedang bersiap-siap merayakan hari kemenangan,tak terkirakan kesedihan kami waktu itu.
Air mata saja tidak cukup untuk menggambarkan rasa duka cita kami,rasanya terlalu berat yang harus kami tanggung,kehilangan sosok seorang Ibu yang luar biasa buat kami anak-anaknya,seorang Ibu yang sangat bijaksana,seorang Ibu yang mau bekerja keras untuk kebahagiaan kami anak-anaknya.

Ibuku sangat keras mendidik kami anak-anaknya,keras tapi penuh kasih sayang,apapun yang kami minta saat itu selalu Ibu turuti,dalam segala hal ibu selalu berusaha untuk menyenangkan kami semua,mengenai makanan misalnya,Ibu tahu persis semua kesukaan kami semua anak-anaknya.
Setiap pulang sekolah pasti sudah tersedia masakan kesukaan kami masing-masing,Ibuku juga mendidik agar kami menjadi anak yang tidak malas,setiap bangun pagi sehabis Sholat Subuh kami semua harus bekerja membersihkan rumah,menyapu,mengepel lantai,membersihkan perabot rumah,kaca jendela dll,semua anaknya harus mau melakukan itu semua.

Hampir tiap akhir bulan pasti Ibu dan Ayah kami mengajak kami berdarma wisata ketempat-tempat yang menyenangkan buat kami,ke pantai,ke Museum dll.Ibu selalu pengin anak-anaknya senang.

Tapi pada akhirnya kami semua harus menerima kenyataan,Ibuku harus menghadap Sang Khalik,sakit selama hampir 3 Bulan,ibukku seperti menunggu waktu dipanggil Allah pada hari yang penuh Magfirah,hari yang kata Allah semua dosa akan diampuni.
Ada rasa lega tersendiri ketika Ibuku meninggal dalam keadaan suci,Insya Allah semua dosanya telah diampuni lewat sakit yang panjang dan dihari pengampunan,seperti yang pernah saya dengar dari seorang Kyai,bahwa orang yang meninggal karena sakit pada Bulan Ramadhan,maka tidak ada pertanyaan Kubur dan siksa Kubur,mudah-mudahan benar adanya dan ibu mendapat tempat yang mulia disisi Allah Swt.

Ibukku adalah anak tunggal,jadi meninggalnya Ibu membuat kakek dan nenekku benar-benar kehilangan,kesedihan mereka mungkin melebihi kami.karena kakekku saking sedihnya sampai ngomong bahwa tidak lama lagi akan menyusul Ibuku,dan itu terbukti,10 bulan kemudian Kakek menyusul Ibu menhadap Allah Swt,semoga amal ibadahnya diterima disi Allah Swt.
Kenangan dan kasih sayang Ibuku tidak pernah tergantikan,sampai hari ini,meskipun 1 tahun kemudian kami mendapat Ibu baru,karena ayahku menikah lagi,

Sekarang ini kami hanya bisa mengenang dan mengirim doa setiap saat,kepada anak-anakku juga selalu aku ceritakan tentang eyang Uti nya Almarhum semua kebaikan-kebaikannya,hingga anak-anakku meskipun tidak pernah bertemu langsung dengan neneknya tetap bangga karena menjadi cucu dari Eyang Uti Purwati,yang selama hidupnya selalu baik kepada semua orang,Bu,beristirahatlah dengan tenang,kami semua anak dan cucu-cucumu sangat mencintai Ibu.

( Tulisan ini mungkin tidak berguna bagi orang lain,tapi sekedar kenangan buat orang-orang yang sangat kami cintai,dan telah lebih dulu menghadap Allah)
30 tahun beliau pergi meninggalkan kami semua,

 

ADS 200x200

AKSSES DOOR